[Review] Shigatsu wa Kimi no Uso (Your Lie in April)

Saturday, July 25, 2015
“Did I reach you? I hope so. I truly hope so.”
Shigatsu wa Kimi ni Uso (Your Lie in April) via zerochan.net
Sudah lama ga nonton anime. Rasanya anime sekarang kurang berkualitas terutama dalam segi cerita, atau mungkin lebih tepatnya tidak ada yang menarik buat saya. Sebelum saya menonton Shigatsu wa Kimi no Uso.
Pada tulisan saya ini, saya tidak akan menceritakan tentang sinopsis dari Shigatsu wa Kimi no Uso, tapi saya ingin mengungkapkan pendapat saya mengenai anime tersebut. Mungkin ini pertama kalinya saya nonton anime lagi setelah cukup lama hiatus dari dunia per’anime’an. Saya merasa lama-lama anime kurang menarik, entah karena ceritanya yang terlalu tidak masuk akal, atau karena cerita yang sebenarnya sampah dan populer hanya karena menonjolkan karakter yang ‘imut’. Apalagi anime jaman sekarang lebih terkenal dengan hentai atau ecchi-nya, atau menarik perhatian penonton dengan menonjolkan karakter yang super ganteng atau super cantik. Ironis sekali, padahal saya tau banyak anime yang sebenarnya bagus ceritanya, tapi kebanyakan orang mengenal anime itu sebatas kartun, anime itu ya Naruto, Doraemon, atau Sinchan.
Saya memang orang yang senang cerita yang ngefeel, yang bisa membuat saya terharu atau menangis seperti Anohana, Angel Beats, atau Code Geass. Awalnya, adik perempuan saya yang menonton Shigatsu wa Kimi no Uso, dan saya juga tidak terlalu tertarik buat ikutan nonton. Sampai saya mendengar OST-nya yang bagus-bagus, sayapun iseng cari tahu tentang anime tersebut. Ternyata anime tersebut cukup terkenal, dan ratingnya di MyAnimeList cukup tinggi, yang membuat saya tertarik buat menontonnya.
Demi Tuhan, 22 episode saya selesaikan dalam sehari, dan tiap episodenya tidak pernah bosan. Bahkan tiap episode selalu buat saya ngefeel, terharu. Humornya dapet, romancenya dapet, emosinya dapet. Speechless pokoknya. Dan yang paling membuat saya jatuh cinta adalah heroinenya, Kaori Miyazono. She is just too bright and beautiful. Dan dia adalah heroine tercantik dan terindah menurut saya.
Kao-chan via wakuwaifu.com
Tidak ada adegan tidak senonoh seperti adegan cewek mandi dan telanjang, atau adegan yang memperlihatkan keseksian cewek yang sering muncul di anime-anime, bahkan tidak ada kissu. Tentang perjuangan meraih mimpi, tentang kegagalan dan depresi, tentang persahabatan dan rivalitas, tentang gadis yang membuat jatuh cinta dengan kebohongannya. Tentang musik, yang walaupun bercerita tentang musik klasik yang sebenernya bukan genre favorit saya, tapi dikemas dengan sangat baik sehingga yang nonton tidak merasa bosan sama sekali.
Ending yang tidak terduga, seperti kebanyakan anime, mungkin banyak juga orang yang merasa kecewa. Tapi menurut saya itu sempurna, dan mungkin kalau endingnya berbeda saya tidak akan menangis sampai meler :”
Cerita ini untuk semua orang, yang suka anime maupun tidak, yang menganggap anime itu tontonan anak kecil, atau menganggap anime itu aneh dan tidak nyata, setidaknya, sekali seumur hidup, go watch this anime, you won’t regret it.
Thank you, and Good bye :') via tumblr.com
Shigatsu wa Kimi no Uso (Your Lie in April)

General information
Genre     : comedy, drama, psychological, romance
Website  : www.kimiuso.jp
Episodes : 22
Animation Production : A-1 Pictures
(Source: Anime News Network)

Download Links
Anime subtitle bahasa Indonesia AWSubs
Original Soundtrack Animusic
Lirik OST Animelyrics
(Credit to uploader)

Hei, Can You Stop Comparing Our Profession?

Friday, July 17, 2015

Beberapa bulan lalu, saya iseng ngirim artikel tentang dokter hewan ke Hipwee, yang aslinya berjudul “11 Alasan Mengapa Calon Dokter Hewan adalah Pasangan yang Tepat Untukmu” tapi kemudian setelah melalui editing menjadi “12 Alasan Mengapa Calon Dokter Hewan Bisa Jadi Pacar yang Membanggakan”, dan alhamdulillah mendapat respon yang cukup positif, dimana artikel tersebut sudah dishare sekitar lima ribu orang saat terakhir saya cek, sebelum Hipwee mengalami ‘maintenance’ sehingga jumlah share artikel dimulai dari nol lagi.
Dan saat ini juga sudah banyak tulisan-tulisan tentang veteriner yang ditulis oleh para kolega dokter hewan, yang artinya sudah banyak orang yang menggunakan tulisan sebagai media untuk mengenalkan profesi keren ini. Namun sayangnya, tetap saja masih banyak orang yang memandang sebelah mata. Apalagi di momen lebaran ini ketika bertemu saudara, saya yakin banyak yang mengalami hal seperti saya seperti di bawah ini.
A: Kuliah mana dek?
B: Kedokteran Hewan hehe..
A: Oh kedokteran hewan, itu kucing saya disuntik dong hahaha
B: ._.
Atau, yang paling sering:
A: Kuliah mana dek?
B: Kedokteran hewan hehe..
A: Kedokteran hewan? Kok ga kedokteran manusia aja?
B: ._.
Sejujurnya, pertanyaan itu wajar-wajar saja. Namun kadang jengkel juga kalau ditanyakan terus-menerus. Sebenarnya, orang lain anggap profesi kami itu apa? Atau, apakah menurut orang lain profesi dokter hewan itu ‘lebih rendah’ dibanding dokter manusia? Apakah mereka tidak tahu kalau dokter hewan berperan di banyak sektor kehidupan? Ah, saya tidak tahu. Sesungguhnya saya adalah salah satu dari banyak orang yang gagal masuk ke jurusan Kedokteran Umum, karena saya mungkin memang tidak cukup pintar dibandingkan pesaing-pesaing saya, tapi saya tidak pernah menyesal, dan saya bersyukur bisa masuk ke FKH. Lewat tulisan random ini saya juga tidak bermaksud ‘membela FKH’, saya hanya ingin mengutarakan beberapa pendapat saya (bebas dong, ini kan tulisan saya), agar orang berhenti membandingkan kedua profesi tersebut, karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sendiri.
Doctor and Vet via 123rf.com
1.     Hanya anak-anak yang luar biasa pintar yang bisa masuk FK, dan apalah arti FKH yang ‘katanya’ passing gradenya aja rendah
Ya, yang ini saya akui, karena saya sendiri sudah merasakan ketatnya persaingan masuk FK. Saya tidak mau bersuudzon, walau tidak sedikit orang yang bilang masuk FK bisa ‘lewat jalur belakang’ atau ‘yang penting ada duit’. Saya yakin, mau lewat jalur manapun, mahasiswa FK pasti orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Saya hanya ingin mengubah mindset bahwa mahasiswa FK itu pasti pintar, dan mahasiswa FKH pasti tidak lebih pintar dari mahasiswa FK. Banyak teman-teman saya di FKH yang menurut saya luar biasa brilian. Dan, jangan hanya melihat dari seleksi masuknya, tapi lihat juga dari prosesnya. Masuk FKH mungkin memang lebih mudah dari FK, tapi kuliahnya? Hmm who knows, I mean, one species versus multispecies? Okay okay stop comparing. Saya rasa mau satu spesies atau multispesies sama-sama tidak mudah. Lagipula apa artinya bangga-banggain multispesies kalau perbedaan anatomi sapi dengan kuda saja masih sering lupa?
2.        Lulusan FK pasti sukses, lulusan FKH paling ntar kerjanya nyuntik sapi
Ini nih yang bikin banyak orang tua ngebet banget masukin anaknya ke FK. Pasti sukses katanya. Kalau jadi dokter enak, ntar abis lulus buka praktek aja pasti laku. Pasti banyak duitnya. Hmm iya sih. Hanya saja, sebenernya apa sih arti sukses itu? Kaya? Memang pasti semua orang pengen liat anaknya sukses dan hidupnya berkecukupan. Namun sangat disayangkan jika imej profesi dokter dihubungkan dengan kekayaan. Saya rasa profesi dokter lebih dari sekedar nyari duit. Karena saya akan lebih terharu mendengar kisah dokter yang bekerja di pedalaman daripada dokter yang bekerja di rumah sakit terbesar di Indonesia. You know what I mean, right?
Sedangkan dokter hewan, kerjanya nyuntik sapi katanya. Iya bener kok gapapa. Sebenernya saya ga tau sih nyuntik sapi itu maksudnya nyuntik dalam arti yang sesungguhnya atau maksudnya kawin suntik haha. Tapi toh dua-duanya memang kerjaannya dokter hewan. Tapi ga bener kalo kerjaan kami cuma  nyuntik sapi. Perlu disebutin 33 ranah kerja dokter hewan menurut OIE?
3.        Dokter mengobati manusia, sedangkan Veteriner ‘hanya’ mengobati hewan
Saya tidak masalah dengan pemikiran orang seperti no 1 dan 2, tapi yang ini yang paling tidak bisa saya terima. Banyak orang yang bilang ke saya, “pinter ya pilihnya dokter hewan, jadi nanti kalo salah suntik pasiennya mati kan ga masalah.” Oke, di agama sayapun juga dijelaskan kalau derajat manusia paling tinggi di antara makhluk lain. Tapi lantas menganggap nyawa makhluk lain dengan kata ‘hanya’? Oh please, itu tidak manusiawi sekali. Hewan juga makhluk ciptaan Tuhan, bisa merasakan sakit dan penderitaan. Dan kami dokter hewan menjunjung tinggi Five Freedom!
4.        Anak-anak FK cakep-cakep, anak FKH boro-boro kerjaannya aja tiap hari ke kandang
Yang ini no comment deh haha. Mau dibilang dokter hewan ga cakep juga gua mah kagak peduli. Masih jaman liat fisik?
Pada akhirnya, saya nulis ginian juga paling yang baca temen-temen KH doang. Kecil kemungkinan orang-orang yang masih suka membandingkan kedua profesi tersebut membacanya, karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang tua yang masih berpikir secara konvensional, yang mungkin tidak punya waktu untuk baca tulisan blog atau status di timeline. Saya hanya ingin mengajak kolega saya, jika kalian mengalami kejadian seperti saya, saya sarankan, senyumin aja. Tidak perlu repot-repot menjelaskan siapa dirimu. Suatu hari, buktikan kalau kamu bisa sukses dengan caramu sendiri :)

Karena Kadang, Menyerah adalah Salah Satu Cara untuk Bahagia

Tuesday, June 30, 2015

Kebahagiaan bukanlah sebuah tujuan, melainkan keadaan. Ketika kamu meraih mimpimu, kamu memang merasa bahagia, tetapi belum tentu kesedihanmu otomatis sirna. Faktanya, justru perasaan bahagia ketika kamu berhasil meraih mimpimu adalah salah satu kunci untuk meraih keberhasilan.
Jika suatu kebahagiaan dapat melahirkan kebahagiaan dan kesuksesan, bagaimana cara mendapatkannya ketika seseorang sedang tidak merasa bahagia? Jawabannya sederhana. Menyerah pada hal-hal yang membuat kita jatuh. Ada banyak beban yang seseorang rasakan yang justru dapat membuatnya tidak bisa bahagia. Seseorang dapat sukses ketika bisa menghilangkan beban itu dari hidupnya, dan semua orang dapat melakukannya. Asal seseorang tau beban yang harus berhenti dia pikirkan, maka hidupnya akan lebih bahagia.
Happy! via http://www.writingtimes.co.uk

1.        Give Up Jealousy
Beberapa orang berpikir bahwa membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain itu baik. Memang benar selama niatnya untuk kompetisi, untuk memberikan seseorang tujuan yang akan dia capai. Tetapi hal itu justru akan menimbulkan luka ketika terbentuk perasaan cemburu atau iri hati. Menyerahlah, dan kamu akan punya waktu lebih untuk fokus pada apa yang bisa kamu capai daripada apa yang orang lain capai.
2.        Give up the Fear of Change
Biasanya, walaupun situasi sudah sangat buruk, orang tetap cenderung menolak untuk berubah. Walaupun dia merasa tidak nyaman dengan hidupnya, dia takut pada hal baru. Hilangkan perasaan ini dan terbukalah pada dunia baru.
3.        Giving up Control
Semua orang ingin mengendalikan hidupnya sendiri, tapi tidak semua hal bisa dikendalikan. Kadang sekeras apapun sesorang mencoba, hasilnya belum tentu seperti apa yang dia inginkan. Dengan mengetahui hal ini, maka seseorang akan lebih menerima hal-hal yang hadir di hidupnya.
4.        Give up Overwork Time
Orang cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Padahal hidup ini butuh keseimbangan. Mengejar mimpi memang baik, tapi memberi sebagian waktu untuk hal-hal yang penting dalam hidup ini (keluarga, teman, hobi) lebih baik.
5.        Give up Blaming
Sometimes things go wrong, dan orang biasanya enggan merasa bertanggung jawab dan akan mencari pihak yang dapat ia salahkan. Dengan mengalah, kita dapat mencari solusi yang lebih baik dan tidak memperburuk keadaan.
6.        Give up Complaining
Sering mengeluh tidak hanya dapat mengurangi kebahagiaan kita sendiri, tapi juga kebahagiaan orang lain. Berhentilah mengeluh, dan selesaikan masalah dengan solusi yang lebih baik!
7.        Give up the Need to Be Right All the Time
Tidak ada orang yang tahu segalanya, jadi berhentilah merasa jadi orang paling benar di dunia ini. Dan ingatlah bahwa hubunganmu lebih berharga daripada perasaan paling benarmu.
8.        Give up Limiting Beliefs
Kadang orang menyerah pada sesuatu karena merasa tidak mampu dengan keterbatasan yang dia miliki. Hilangkan perasaan ini, dan percayalah bahwa tidak ada yang tidak mungkin.
9.        Give up Bad Friends
Orang akan terpengaruh pada lingkungannya, termasuk teman-temannya. Teman yang buruk akan membuat kita punya kebiasaan dan sikap yang buruk seperti yang mereka lakukan. Karena itu, lebih baik jika jauhi mereka, dan carilah teman yang dapat memberikan inspirasi dan membuat hidup kita lebih baik.
10.    Give up the Past
Masa lalu penuh oleh berbagai macam pengalaman, baik dan buruk. Masa lalu itu untuk membuat kita berkembang. Berhentilah menyesali masa lalu dan mengenangnya setiap saat. Jadikanlah masa lalu pelajaran untuk membuat diri kita menjadi lebih baik.

Artikel ini terinspirasi dari LifeHack. Artikel aslinya bisa dibaca disini.

Tentang Kamu yang Mengajariku Cara Unik Memandang Dunia, Avita Pradikasari

Friday, May 15, 2015

Avita Pradikasari, habis ulang tahun tanggal 13 Mei kemarin. Udah 21 tahun tapi muka kayak tante-tante umur 30 tahun. NIM 12/334037/KH/7465. Hai kawan, aku memang tidak bisa memberimu kado mahal, karena yang aku punya hanyalah barisan kata dan kalimat. Lihatlah, mungkin aku tidak mampu membuatmu terharu dengan apa yang aku berikan, tapi aku akan mengajakmu melihat seberapa besar aku menyayangimu.
Habis ultah bang minta ditulisin :*
Sejak awal masuk di KH, aku tidak pernah menyangka akan dekat denganmu, seperti juga aku juga tidak pernah menyangka akan bertemu Dede, Fifi maupun Ira. Hanya saja kau memang istimewa, karena kita sudah dipertemukan sejak tutorial pertama, di tutorial kelompok 13. Dan entah mengapa semua mengalir begitu saja, hingga kita bisa seperti sekarang.
Vita dan mencit, angka 0 dan .
Kau tahu, aku takut pada dunia. Aku takut ketika aku harus memaksakan diriku untuk akrab dengan orang lain. Dan aku selalu iri denganmu yang bisa melakukan itu dengan mudah. Aku suka melihatmu tertawa pada lelucon garingku. Aku suka memelukmu, karena aku merasa terlindungi di situ dengan adanya bantalan lemak. Aku selalu suka mendengarkan cerita-ceritamu, dan aku pun selalu nyaman bercerita denganmu. Karena kau istimewa untukku, jika kau tahu.
Nikahin adek baaaaaaaang
Kau mungkin tidak mengerti, mengapa aku menganggapmu sebagai orang yang mengajariku cara unik memandang dunia. But, you did it. Kau, yang tidak pernah marah ketika orang mengejekmu, dan membalas mereka dengan senyum mengajariku banyak hal. Kau, yang selalu mengajakku berpikir positif dalam menanggapi berbagai hal telah membuka mataku. Bahwa kadang, untuk menghadapi kerasnya dunia, yang kita perlukan bukan pedang dan perisai, tapi sebuah gendang dan seruling untuk kita gunakan meyanyi dan menari. Bahwa, kadang sebuah senyum yang tulus adalah jawaban dari luka yang orang lain berikan.
Mencoba memindah udara dari tubuh ke balon supaya kurus
Aku tidak akan pernah sanggup melukaimu, sesebal-sebalnya aku padamu. Aku tidak akan pernah tega melakukannya. Tapi jika aku melakukannya, maka sungguh, aku tidak berniat begitu. Karena kamu terlalu berharga buatku. Berlebihan memang, tapi aku janji, aku akan melindungimu dengan tubuh langsingku, agar tidak ada yang bisa melukaimu lagi. Aku akan selalu di sini kawan, ketika kau membutuhkanku. Aku masih tetap Nuha yang akan selalu siap menemani kamu makan dan ngebantuin ngabisin, atau ke pantai, atau melihat indahnya Kalibiru. Karena kemanapun, ketika bersamamu sahabat, aku tidak pernah merasa takut lagi pada dunia.
Babuable
Aku tidak akan punya cukup waktu jika harus menuliskan semua tentangmu. Tentang kamu yang tiap hari pakai jilbabnya makin maju. Tentang kamu yang suka sok cantik di depan kamera. Tentang kamu yang tak pernah lupa pakai gincu. Tentang kamu yang lebay ngefans sama mas *piippp* atau pak *piippp*. Tentang kamu yang suka nyanyi lagu yang sama seharian. Tentang kamu kabir wirus HSTP yang paling semok. Tentang kamu, temen (masih) jomblo setiaku :)
You and I :)
Kau tahu, aku pernah membaca sebuah buku. Aku ingat salah satu quote di dalamnya. Beruntunglah orang-orang yang gendut, karena itu berarti ukuran hati mereka juga lebih besar. Dan begitu juga denganmu.

Procamp Alpha, Sebuah Kisah yang Memulai Sejuta Kisah Lainnya

Saturday, April 18, 2015

Lagi-lagi, tentang HSTP. Sebuah UKM yang lebih dari sekedar organisasi. Sebuah keluarga, teman, sahabat. Dan kali ini tentang Procamp Alpha, sebuah kisah yang memulai sejuta kisah lainnya...
Seminggu yang lalu aku baru saja mengikuti Procamp Alpha untuk yang ketiga lainnya. Dan beberapa hari yang lalu, untuk pertama kalinya aku mengikuti evaluasi proker yang paling lama. Dan entah mengapa, malam ini aku rindu dengan Procamp Alpha satu tahun lalu. Basi dan terkesan berlebihan memang. Tapi tidak untukku, karena itu adalah titik start dari salah satu perjalanan besarku.
Procamp Alpha 2014!
Procamp Alpha 2014. Untuk pertama kalinya aku menjadi ketua panitia. Memimpin puluhan orang yang sebenarnya aku sendiri belum akrab. Belajar bahwa sebuah tim itu memerlukan kerja sama, bukan satu dua orang saja yang bekerja. Bahwa seorang ketua tidak bisa menanggung beban itu sendiri. Bagiku itu adalah pengalaman luar biasa yang tidak akan pernah kulupakan.
Aku masih ingat ketika aku memilih koor procamp, yang sebenarnya sebagian besar kupilih berdasarkan popularitas mereka. Aku masih ingat ketika harus melobi mereka. Aku ingat hanya Nendis yang langsung berkata oke. Aku ingat mereka semua keberatan, dan aku terpaksa berbohong bahwa nama mereka sudah di-acc mas Hanif tanpa bisa diubah lagi. Aku ingat saat survey, ketika aku dan teman-teman 2012 menemukan Kelor. Aku ingat ketika meminta pendapat tentang Kelor pada kakak PSDM dan mereka mengalihkan pembicaraan. Aku ingat saat kami memperjuangkan Kelor dengan dana yang pas-pasan.
Aku ingat ketika harus menerapkan sistem denda karena kekurangan dana. Aku ingat saat harus ngutang uang kas lima ratus ribu rupiah. Aku ingat saat aku begitu benci pada seorang ‘hamba Allah’ yang menyumbangkan dana tanpa mau disebutkan namanya, dan tidak pernah kutahu siapa dia hingga saat ini. Entah mengapa, setelah mengikuti evaluasi kemarin aku menyadari bahwa procampku sangat jauh dari sempurna. Dan aku sadar, mungkin aku adalah ketua Procamp paling gagal.
Tapi, ada banyak hal yang aku syukuri. Memimpin procamp alpha adalah memimpin HSTP ketika masih benar-benar utuh. Aku belajar mempercayai teman-teman yang luar biasa, yang tetap mendukung seorang ketua bodoh ini sampai akhir. Dan bagiku kisahku di HSTP bukan dimulai saat aku jadi anggota. Bukan juga ketika upgrade pengurus HSTP I. Tapi ketika Procamp Alpha 2014.
Aku ingat saat evaluasi kemarin, seseorang berkata bahwa mereka merasa terbebani ketika mengurus procamp tahun ini. Ah, bukankah beban itu muncul ketika kamu tidak mencintai hal yang kau lakukan itu? Kau tahu, aku tidak pernah merasa terbebani ketika menyangkut semua yang berhubungan dengan HSTP. Ketika jadi ketua Procamp Alpha, ketika jadi sie humas ACPTLI, ketika jadi sie acara Procamp Beta, ketika jadi sie perkap FAT. Bahkan ketika jadi sie acara workshop, walau awalnya aku keberatan karena aku ragu dengan kemampuanku, aku tidak pernah menjadikannya beban. Aku mencintai HSTP. Aku selalu tulus dan ingin melakukan yang terbaik demi HSTP.
Tim Mendoaners
Mungkin banyak yang menganggap aku Kabir PSDM yang tidak bertanggung jawab di Procamp Alpha 2015 kemarin. Aku tahu aku hanya datang ragen satu kali dan sebagai sie acara pun aku tidak banyak membantu. Yah, aku akui itu. Tapi mungkin banyak yang tidak tahu. Aku selalu merasa berdosa ketika aku gagal mendampingi Ika selaku ketua procamp tahun ini.  Mungkin mereka tidak tahu setiap hari sahabatku menjadi pelampiasanku. Bahwa aku kecewa dengan diriku sendiri. Bahwa aku kecewa karena gagal menjaga komitmenku. Bahwa aku tidak akan pernah bisa menggantikan mbak Dini.
PSDM HSTP 2015
Hei, tiba-tiba aku rindu dengan pengurus HSTP 2014. Kalian apa kabar kakak-kakak PSDM? Apa kabar mas Hanif dan mas Abi? Kalian tahu, HSTP tahun ini tidak kalah menyenangkan. Tapi tetap aku tidak akan melupakan setahun bersama kalian. Ah, seperti puisiku untuk kalian. Kita mungkin tidak lagi bersama, kita mungkin memperjuangkan cita dengan cara yang berbeda, tapi kita masih memandang langit yang sama, dan bertahan pada sebuah ikatan keluarga, yaitu HSTP.
Hai mas Hanif, kapan pendadaran?

Hai mas Abi, jangan nakal ya, jangan suka bully anak orang.

Hai mas Pilar, entah mengapa tetap aja kangen dibully sama kamu dan mas Abi.

Hai mbak Nisa, selamat ya yang abis pendadaran!

Hai mbak Ratih yang tidak bermasalah dengan jarak, jangan khawatir penerusmu tahun ini luar biasa mbak kalau masalah duit.

Hai mbak Lulu, mantan kadiv aquatik akuh :*

Dan hai, mbak Dini, yang selalu luar biasa di mataku :)

Serta semua kakak-kakak pengurus angkatan 2011, jangan lupain HSTP ya..

Aku tahu tulisan ini random sekali. Dari procamp alpha hingga ke kakak pengurus HSTP. Yah, karena seperti inilah Nuha. Aku tak pernah sanggup menyampaikan segala sesuatu dengan lisan. Sebagai gantinya kutuangkan dalam bentuk tulisan. Aku selalu banyak berpikir, tapi tidak bisa mengungkapkannya. Aku hanya ingin seluruh dunia tahu, bahwa aku selalu bersyukur Tuhan memberiku kesempatan mengenal HSTP.
Pengurus HSTP 2015!
Tahun depan, aku sudah tidak akan mengurusi Procamp Alpha lagi. Mungkin aku akan datang sebagai alumni. Entah mengapa aku sedih memikirkannya. Masih lama memang. Tapi bukankah ketika melakukan hal yang menyenangkan waktu biasanya berlalu dengan cepat? Begitu juga dengan HSTP. Karena HSTP menyenangkan.