Procamp Alpha, Sebuah Kisah yang Memulai Sejuta Kisah Lainnya

Saturday, April 18, 2015

Lagi-lagi, tentang HSTP. Sebuah UKM yang lebih dari sekedar organisasi. Sebuah keluarga, teman, sahabat. Dan kali ini tentang Procamp Alpha, sebuah kisah yang memulai sejuta kisah lainnya...
Seminggu yang lalu aku baru saja mengikuti Procamp Alpha untuk yang ketiga lainnya. Dan beberapa hari yang lalu, untuk pertama kalinya aku mengikuti evaluasi proker yang paling lama. Dan entah mengapa, malam ini aku rindu dengan Procamp Alpha satu tahun lalu. Basi dan terkesan berlebihan memang. Tapi tidak untukku, karena itu adalah titik start dari salah satu perjalanan besarku.
Procamp Alpha 2014!
Procamp Alpha 2014. Untuk pertama kalinya aku menjadi ketua panitia. Memimpin puluhan orang yang sebenarnya aku sendiri belum akrab. Belajar bahwa sebuah tim itu memerlukan kerja sama, bukan satu dua orang saja yang bekerja. Bahwa seorang ketua tidak bisa menanggung beban itu sendiri. Bagiku itu adalah pengalaman luar biasa yang tidak akan pernah kulupakan.
Aku masih ingat ketika aku memilih koor procamp, yang sebenarnya sebagian besar kupilih berdasarkan popularitas mereka. Aku masih ingat ketika harus melobi mereka. Aku ingat hanya Nendis yang langsung berkata oke. Aku ingat mereka semua keberatan, dan aku terpaksa berbohong bahwa nama mereka sudah di-acc mas Hanif tanpa bisa diubah lagi. Aku ingat saat survey, ketika aku dan teman-teman 2012 menemukan Kelor. Aku ingat ketika meminta pendapat tentang Kelor pada kakak PSDM dan mereka mengalihkan pembicaraan. Aku ingat saat kami memperjuangkan Kelor dengan dana yang pas-pasan.
Aku ingat ketika harus menerapkan sistem denda karena kekurangan dana. Aku ingat saat harus ngutang uang kas lima ratus ribu rupiah. Aku ingat saat aku begitu benci pada seorang ‘hamba Allah’ yang menyumbangkan dana tanpa mau disebutkan namanya, dan tidak pernah kutahu siapa dia hingga saat ini. Entah mengapa, setelah mengikuti evaluasi kemarin aku menyadari bahwa procampku sangat jauh dari sempurna. Dan aku sadar, mungkin aku adalah ketua Procamp paling gagal.
Tapi, ada banyak hal yang aku syukuri. Memimpin procamp alpha adalah memimpin HSTP ketika masih benar-benar utuh. Aku belajar mempercayai teman-teman yang luar biasa, yang tetap mendukung seorang ketua bodoh ini sampai akhir. Dan bagiku kisahku di HSTP bukan dimulai saat aku jadi anggota. Bukan juga ketika upgrade pengurus HSTP I. Tapi ketika Procamp Alpha 2014.
Aku ingat saat evaluasi kemarin, seseorang berkata bahwa mereka merasa terbebani ketika mengurus procamp tahun ini. Ah, bukankah beban itu muncul ketika kamu tidak mencintai hal yang kau lakukan itu? Kau tahu, aku tidak pernah merasa terbebani ketika menyangkut semua yang berhubungan dengan HSTP. Ketika jadi ketua Procamp Alpha, ketika jadi sie humas ACPTLI, ketika jadi sie acara Procamp Beta, ketika jadi sie perkap FAT. Bahkan ketika jadi sie acara workshop, walau awalnya aku keberatan karena aku ragu dengan kemampuanku, aku tidak pernah menjadikannya beban. Aku mencintai HSTP. Aku selalu tulus dan ingin melakukan yang terbaik demi HSTP.
Tim Mendoaners
Mungkin banyak yang menganggap aku Kabir PSDM yang tidak bertanggung jawab di Procamp Alpha 2015 kemarin. Aku tahu aku hanya datang ragen satu kali dan sebagai sie acara pun aku tidak banyak membantu. Yah, aku akui itu. Tapi mungkin banyak yang tidak tahu. Aku selalu merasa berdosa ketika aku gagal mendampingi Ika selaku ketua procamp tahun ini.  Mungkin mereka tidak tahu setiap hari sahabatku menjadi pelampiasanku. Bahwa aku kecewa dengan diriku sendiri. Bahwa aku kecewa karena gagal menjaga komitmenku. Bahwa aku tidak akan pernah bisa menggantikan mbak Dini.
PSDM HSTP 2015
Hei, tiba-tiba aku rindu dengan pengurus HSTP 2014. Kalian apa kabar kakak-kakak PSDM? Apa kabar mas Hanif dan mas Abi? Kalian tahu, HSTP tahun ini tidak kalah menyenangkan. Tapi tetap aku tidak akan melupakan setahun bersama kalian. Ah, seperti puisiku untuk kalian. Kita mungkin tidak lagi bersama, kita mungkin memperjuangkan cita dengan cara yang berbeda, tapi kita masih memandang langit yang sama, dan bertahan pada sebuah ikatan keluarga, yaitu HSTP.
Hai mas Hanif, kapan pendadaran?

Hai mas Abi, jangan nakal ya, jangan suka bully anak orang.

Hai mas Pilar, entah mengapa tetap aja kangen dibully sama kamu dan mas Abi.

Hai mbak Nisa, selamat ya yang abis pendadaran!

Hai mbak Ratih yang tidak bermasalah dengan jarak, jangan khawatir penerusmu tahun ini luar biasa mbak kalau masalah duit.

Hai mbak Lulu, mantan kadiv aquatik akuh :*

Dan hai, mbak Dini, yang selalu luar biasa di mataku :)

Serta semua kakak-kakak pengurus angkatan 2011, jangan lupain HSTP ya..

Aku tahu tulisan ini random sekali. Dari procamp alpha hingga ke kakak pengurus HSTP. Yah, karena seperti inilah Nuha. Aku tak pernah sanggup menyampaikan segala sesuatu dengan lisan. Sebagai gantinya kutuangkan dalam bentuk tulisan. Aku selalu banyak berpikir, tapi tidak bisa mengungkapkannya. Aku hanya ingin seluruh dunia tahu, bahwa aku selalu bersyukur Tuhan memberiku kesempatan mengenal HSTP.
Pengurus HSTP 2015!
Tahun depan, aku sudah tidak akan mengurusi Procamp Alpha lagi. Mungkin aku akan datang sebagai alumni. Entah mengapa aku sedih memikirkannya. Masih lama memang. Tapi bukankah ketika melakukan hal yang menyenangkan waktu biasanya berlalu dengan cepat? Begitu juga dengan HSTP. Karena HSTP menyenangkan.

Untuk Bapak Ibukku, yang Namanya selalu Kusebut di Penghujung Sujudku

Friday, April 3, 2015

Keluarga itu tempat dimana aku merasa nyaman, terlindungi, dan menjadi salah satu bagian penting darinya (Avita, 2015).
Keluarga adalah rumah, dimana aku selalu merasa terlindungi, hangat dan nyaman (Safitri, 2015).
Family is where we are belongs to.. where we can find the answer of every problems that happen in our life.. where we can share every little thing, every moments, all the happiness, the sadness, and anything.. If we try to replace our family with other family, we could never find the correct one like our family (Ira, 2015).
Keluarga adalah tempat dimana kita merasa nyaman dan merasa tak ada beban apapun (Dede, 2015).
 
Foto keluarga dadakan demi PPSMB

Beberapa hari yang lalu, aku banyak sekali belajar dari orang-orang di sekitarku. Sungguh moment yang pas sekali, ketika kemarin aku mengeluh dengan keadaanku, kini aku bisa mengingat dengan jelas untuk siapa aku berjuang. Untuk keluargaku. Untuk Bapak Ibukku.
Keluargaku bukanlah keluarga kaya. Tapi aku juga tidak pernah merasa kurang mampu. Lebih tepatnya keluargaku adalah keluarga yang sederhana, dan hal itu adalah satu hal yang sangat kusyukuri saat ini. Karena jika kau berasal dari keluarga sederhana, maka kamu tidak akan bisa menyombongkan hartamu. Tapi kamu bisa melihat orang-orang yang lebih darimu sebagai motivasi, dan orang-orang di bawahmu agar kamu senantiasa bersyukur.
Best fam is the best

Sebelumnya, ijinkan aku bercerita sedikit tentang diriku...
Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Bisa dibilang, aku adalah harapan dari kedua orang tuaku. Aku selalu berpikir untuk melakukan yang terbaik agar bisa dibanggakan oleh kedua orang tuaku. Dan hidupku cukup berjalan mulus ketika aku masih duduk di sekolah dasar, dimana aku selalu dapat rangking paling tidak sepuluh besar, dan puncaknya ketika nilai UN-ku menjadi yang terbaik se-kecamatan.
Sayangnya, aku kurang berkembang saat SMP. Aku memang masih bertahan dengan rangkingku, namun entah mengapa aku merasa prestasiku hanya di situ-situ saja, dan sampai akhir pun, hanya nilai 10 di UN matematika ku yang cukup membanggakan kedua orang tuaku.
Begitu juga di SMA, aku masih menjadi orang study-oriented yang mengejar rangking, demi membanggakan kedua orang tuaku. Dan bahkan prestasiku lebih baik, aku selalu masuk tiga besar di kelas. Nilai rata-rataku yang diajukan untuk mengikuti seleksi SNMPTN Undangan adalah no 3 terbaik di sekolahku. Namun ternyata dari situlah semua perhitungan mulusku meleset satu demi satu.
Dengan salah satu nilai terbaik di sekolahku, aku dengan penuh percaya diri memilih jurusan terbaik di salah satu universitas terbaik di Indonesia pula, FKUI. Memang banyak yang berpikir mimpiku ketinggian, tapi aku tidak pernah peduli. Menjadi dokter adalah impian kedua orang tuaku, yang telah melebur jadi mimpiku juga, dan orang tuaku pasti akan sangat bangga jika aku bisa memakai jaket kuning dengan emblem hijau itu. Tapi ternyata Tuhan memang berkata lain, mimpiku memang ketinggian. Dan satu mimpi gagal.
Lupakan sejenak SNMPTN. Aku fokus persiapan UN. Aku masih pede aku akan jadi salah satu lulusan terbaik. Minimal no 3 ga papalah, seperti nilai rata-rata raporku selama 3 semester terakhir. Namaku harus dipanggil waktu acara perpisahan, agar orang tuaku bisa bangga padaku. Sayangnya, lagi-lagi aku gagal. Nilaiku selisih nol koma sekian dengan temanku yang menjadi 3 besar lulusan terbaik. Lagi-lagi, satu mimpiku gagal.
Baiklah, tidak apa-apa. Masih ada SNMPTN tulis. Setidaknya aku masih bisa jadi dokter, masih ada kesempatan. Aku memang tidak pernah mengikuti les-les atau kursus apapun, karena aku tidak mau merepotkan orang tuaku. Aku lebih memilih belajar sendiri, mendownload soal-soal dari internet, mencari sumber-sumber bacaan gratis. Dan aku pun memilih FK UGM di pilihan pertama dan FKH UGM di pilihan kedua. Sayangnya, jalanku memang bukan jadi dokter umum, karena aku diterima di pilihan kedua, yaitu FKH UGM.
Saat itu adalah salah satu titik terendah yang aku rasakan. Aku gagal menjadi dokter, sebuah profesi prestigious yang aku impikan. Sebuah mimpi yang jika terkabul, pasti akan membuat kedua orang tuaku tersenyum lebar kepadaku. Salah satu hal yang tidak akan pernah kulupakan dan selalu membuatku tersenyum jika mengingatnya.
Aku tidak menyesal masuk di FKH UGM. Aku bertemu Dede, Avita, Fifi, dan Ira di sini. Aku bertemu PSDM dan HSTP di sini. Aku bertemu Kesmavet di sini. Aku banyak bertemu orang-orang luar biasa di sini. Lihatlah Pak, Buk, mungkin memang di sinilah jalanku. Anakmu ini bisa berkembang di sini, yang mungkin tidak akan terjadi seandainya aku masuk di Fakultas Kedokteran. Aku janji, suatu hari aku pasti tetap bisa membuat kalian tersenyum padaku walaupun tidak sebagai seorang dokter umum.
 
Suatu hari aku akan membuat kalian bangga :)
Aku sering menyusahkan kedua orang tuaku. Seperti satu tahun lalu, ketika aku menghilangkan sepeda motor di kampus. Aku masih ingat sekali ketika aku pulang ke rumah dengan tatapan kosong karena tidak mampu bicara apa-apa. Aku siap dimarahi. Toh, kata orang marah orang tua itu karena sayang kan? Tapi ternyata tidak, kalian tidak memarahiku. Kalian berikan nasihat-nasihat terbaik untukku. Mungkin itu adalah salah satu hal terbaik yang kalian miliki. Kalian jarang marah, kalian selalu berusaha mendidik kami, anak-anakmu, dengan cara yang lembut. Dan mungkin karena itulah, kami bisa menjadi anak-anak yang sangat penurut.
Wanita-wanita tangguh
Hei Pak, Buk, aku tahu kalian hanyalah petani lulusan SMA. Aku ingat dulu aku malu jika harus bercerita tentang kalian. Sungguh aku merasa berdosa jika mengingatnya. Seharusnya aku selalu ingat, dengan keterbatasan kalian selalu berjuang agar kami anak-anakmu bisa jadi orang yang lebih baik dari kalian. Seharusnya aku selalu ingat, kalian tidak pernah mengeluh membiayai kuliah, kost, dan uang saku bulananku. Seharusnya aku selalu ingat, bahwa aku ingin berjuang demi kalian yang memperjuangkanku...
Ah, mungkin uang sakuku tidak sebanyak teman-temanku. Mungkin kost-anku tidak semewah teman-temanku. Tapi justru karena itulah aku jadi bisa belajar lebih mandiri. Mungkin aku memang belum bisa membayar uang kuliahku sendiri, tapi aku sudah sedikit mampu membeli barang-barang kebutuhanku dengan uang beasiswaku. Mungkin IPK-ku jauh dari sempurna, tapi setidaknya itu adalah hasil perjuanganku sendiri. Mungkin aku memang anak petani sederhana di sebuah kampung di Magelang, tapi aku akan menunjukkan bahwa aku bisa kuliah di UGM dengan prestasi yang cukup baik. Karena aku sudah berjanji, bahwa aku tidak ingin mengecewakan kalian lagi.
Bapak, Pras, Nuha, Ibu
Malam ini aku sangat bersyukur. Keluargaku adalah tempat yang hangat dan nyaman, yang selalu kurindukan suasananya. Keluargaku adalah keluarga sederhana, yang selalu punya waktu untuk berkumpul bersama. Keluargaku adalah salah satu hal terbaik yang hadir dalam hidupku.
Aku tidak pernah bisa memilih terlahir dari rahim siapa. Aku tidak bisa memilih orang tuaku siapa. Tapi malam ini aku menyadari, bahwa keluargaku adalah keluarga yang sempurna untuk Nuha Fairusya.
Aku telah mendengar banyak kisah keluarga dari teman-temanku, dari yang memilukan hingga yang membahagiakan. Aku tidak akan menceritakan kisah mereka, karena aku tidak punya hak untuk itu. Yang kutahu, ada bermacam-macam definisi keluarga di dunia ini, yang mempunyai kisah yang berbeda-beda. Setiap keluarga mempunyai alurnya sendiri-sendiri, yang selalu bisa membuat kita banyak belajar darinya. Namun, seperti kata Ira, sebuah keluarga tidak akan bisa digantikan oleh keluarga lain, karena keluarga yang telah Tuhan kirimkan adalah yang terbaik untukmu.

Tentang Dini Agusti Paramanandi, Orang yang Namanya akan Kutulis dalam 3 Bab Kisah Hidupku

Monday, March 2, 2015

Dini Agusti Paramanandi. Aku tidak mengenalnya setahun lalu, atau tepatnya sebelum tanggal 9 Februari 2014, ketika dia pertama kali mengirim sms kepadaku. Mungkin kamu sudah membaca sebaris kisahnya pada tulisanku sebelumnya, tentang saat dia pertama kali menghubungiku untuk merekrutku sebagai staff PSDM.

Dini Agusti Paramanandi. NIM 7072, asisten Kesmavet, Kabir PSDM HSTP 2014. Kalau kamu nyari ibunya HSTP, maka dialah orangnya.


Judulnya terdengar alay dan berlebihan memang. Toh aku belum tentu mampu bikin otobiografi. Atau kalau misal mampu, bukunya tidak akan laku karena pasti tidak menarik buat orang lain. Tapi itu tidak masalah, karena aku menulis untukku sendiri. Karena bagiku kisahku selalu menarik untukku sendiri. Adakah kisah yang lebih menarik dari kisah hidupmu sendiri? Kisah dimana kamu menjadi tokoh utama? Ah, boleh jadi kamu pengagum kisah Rosulullah s.a.w karena perjuangannya yang luar biasa, tapi beliau akan tetap jadi orang lain, yang kisah hidupnya tidak akan pernah kau saksikan langsung dengan kedua matamu. Atau mungkin kamu pengagum Ir. Soekarno, yang kisahnya dalam memperjuangkan kemerdekaan RI tertulis di buku-buku sejarah, tapi beliau tetap akan jadi orang lain, yang saat beliau memimpin Indonesia dan berusaha menerapkan kepemimpinan absolut, tidak bisa kau ubah jalan hidupnya agar beliau tetap dikenang menjadi Presiden RI yang terhormat.
Bagaimana dengan kisah hidupmu sendiri? Berhenti membandingkan hidupmu dengan orang lain dan bersyukurlah. Kisahmu mungkin biasa saja, tapi kau mengalami sendiri setiap detik yang dapat mengubah hidupmu itu. Kisahmu mungkin biasa saja, tapi kau adalah pilot dari kisah itu sendiri, kau bisa mengubah kendalinya setiap saat. Kisahmu akan selalu luar biasa, pun jika hanya kau sendiri yang berpendapat begitu.
Begitu juga dengan kisahku. Aku tidak mengada-ada ketika aku bilang akan menuliskan tiga bab tentang mbak Dini sebagai bagian dari kisah hidupku. Tidak masalah ketika orang menganggapnya alay, tidak penting, tidak menarik. Karena bagiku ini sangat menarik, dan itu sudah cukup.
Di tulisanku sebelumnya, aku masih saja menanyakan pertanyaan yang sama tentang “Mengapa saya?” Tapi kali ini aku sudah punya jawabannya. Kalau aku adalah Ambo Uleng, maka kamu adalah Gurutta yang telah menjawab salah satu pertanyaan besar dalam hidupku. Terima kasih mbak :)
Panjang bgt kek cerpen :p
Tulisan ini adalah tentang apa yang aku lihat, pikir dan rasakan. Boleh jadi kenyataannya berbeda. Atau boleh jadi orang lain melihatnya berbeda. Tapi inilah yang dirasakan oleh gadis pendiam ini.
Seingatku, pertama kali aku melihat mbak Dini waktu masih jadi anggota adalah saat mbak Dini ikut kumpul divisi aquatik untuk mempromosikan Procamp Gamma. Aku baru tahu setahun lalu kalau mbak adalah ketua Procamp Alfa 2013, yang berarti seharusnya mbak ada di situ waktu procamp, tapi maap aku bener-bener ga inget wkwkw. Waktu itu aku dateng telat, padahal biasanya jarang ikut kumpul, dan dateng-dateng udah disuruh ikut procamp gamma yang bayar. Setelah itu aku tidak ingat kapan aku bertemu dengannya lagi hahaha.
Bisa dibilang, semuanya sebenarnya baru dimulai waktu mbak Dini mengajakku bergabung dengan PSDM. Waktu kumpul pertama PH HSTP mbak Dini tidak ikut, masih belum balik dari Bengkulu karena pesawatnya delay terus gara-gara bencana Kelud. Dan pas udah balik, aku sangat ingat ketika bertemu dengan mbak Dini di depan Lab TIK, aku menyapa dan mbak Dini ga mengenaliku T.T
Sejujurnya, awal aku menjadi pengurus HSTP aku tidak pernah merasa diterima dengan baik. Bukan karena teman dan kakak-kakak di situ jahat, tetapi lebih karena aku merasa mereka masih belum percaya denganku. Aku merasa mereka tidak yakin denganku yang dulunya hanya anak ga terkenal, ga aktif, cupu banget lah pokoknya. Satu-satunya orang yang menerimaku dengan baik adalah mbak Dini, yang juga telah memberikan kesempatan itu untukku. Karena itu aku menulis tulisan ini di dinding kamarku:
iya aku alay hahaha
Kau tahu mbak, selama ini mungkin aku terlalu sibuk mengejarmu. Aku ingin jadi orang yang baik sepertimu. Aku ingin jadi asisten Kesmavet sepertimu. Aku ingin jadi PSDM sepertimu. Aku ingin menjadi orang yang bisa dipercaya dan dihormati orang lain sepertimu. Aku ingin menjadi sepertimu. Hingga aku sadari bahwa aku tidak bisa, karena kita adalah orang yang berbeda. Aku tidak akan bisa jadi orang sepertimu. Aku mulai memilah-milah mana yang benar-benar keinginanku, dan mana yang hanya ambisi untuk menjadi sepertimu. Sudah saatnya aku menjadi diriku sendiri, mengambil jalanku sendiri, mengejar mimpi-mimpiku sendiri. Lagipula kau tidak akan senang kan kalau aku melakukannya?

PSDM 2014
Kurasa jika ditanya siapakah salah satu orang yang ambil andil besar dalam hidupku hingga aku menjadi seperti sekarang, mbak Dini lah jawabannya. Jika saja mbak Dini dulu tidak memilihku, maka aku mungkin masih sama seperti dulu. Mahasiswa kupu-kupu yang tak tau arah dan tujuan.
Ah, mungkin mbak bosan mendengarnya. Tapi aku tidak pernah bosan mengatakannya. Terima kasih untuk kesempatannya. Terima kasih selalu di sana ketika aku membutuhkan bantuanmu. Terima kasih selalu memberi solusi dalam setiap masalahku. Terima kasih untuk bunga Rafflesia-nya. Terima kasih atas jawaban dari pertanyaan besarku. Terima kasih sudah jadi bagian dari hidupku.
Tulisan ini memang hanya beberapa paragraf, karena aku hanya mengambil secuil kisah saja. Susunan kalimatnya juga tidak beraturan dan buruk sekali karena aku masih perlu banyak belajar. Ini jelas bukan puisi yang indah. Suatu hari, aku janji, aku akan menuliskan tentangmu dalam 3 bab dari kisah hidupku. Tentang mas Didit, mbak Rara, mbak Hance, dan Nabila juga. Kisah yang akan membuatku tersenyum saat aku tua nanti.

Untukmu yang akan Memimpin Perjalanan Selanjutnya, Kami Titipkan Mimpi-Mimpi Besar ini

Saturday, February 21, 2015

PH HSTP 2014

Tak terasa sudah satu tahun saya menjadi bagian dari salah satu UKM yang ada di FKH UGM, yaitu Himpunan Studi Ternak Produktif atau biasa disingkat HSTP. Saya masih ingat ketika mbak Dini mengirimkan SMS yang berisi, “Apakah benar ini Nuha Fairusya?” Saya yang mengira itu mungkin hanya SMS dari teman lama, atau mungkin seorang kenalan yang iseng, tidak begitu tertarik terhadapnya. Sampai akhirnya SMS itu berujung kepada sebuah pertanyaan saya lupa tepatnya, tapi intinya “Apakah saya bersedia menjadi staff PSDM HSTP?” Sungguh, itu mungkin adalah sebuah awal yang merubah hidup saya 180 derajat.
Beberapa tahun lalu, ketika saya masih menjadi anggota divisi aquatik, tidak pernah ada yang melihat saya. Saya bukanlah orang yang akan diingat namanya oleh kakak-kakak pengurus. Saya bukanlah orang yang menarik, yang bakal dilirik untuk menjadi ketua acara, atau koordinator sie. Jangankan ketua acara atau koord, barangkali saya dimasukkan panitia saja mungkin hanya sebagai pelengkap. Saya selalu memilih duduk di tempat yang tersembunyi, sehingga tidak perlu ada yang peduli dengan kehadiran saya. Yang penting ‘ngetok’.
Sejujurnya, saya tidak pernah tahu mengapa saya bisa direkomendasikan menjadi staff PSDM. Saya tidak terkenal. Saya tidak pernah melakukan hal yang luar biasa. Dan, kalau memang saya direkomendasikan, mengapa mbak Dini setuju saja? Dia belum mengenal saya dengan baik dan saya sendiri juga ga tau mbak Dini yang mana. Mengapa mbak memilih ‘mau’ bekerja dengan orang yang bahkan mbak sendiri mungkin ga yakin? Ah, sudahlah, barangkali saya tidak akan pernah tahu, yang saya tahu, saya bersyukur mbak memilih saya, bocah yang bahkan saat ditunjuk jadi ketua Procamp Alpha cuma bisa bengong dan berkata, “memangnya staff PSDM termuda harus jadi ketua procamp?” Tapi, saya tidak akan menceritakan perjalanan saya di HSTP pada tulisan ini, karena itu akan panjang sekali. Barang kali saya akan menceritakannya di lain waktu. Lagi pula saya capek habis mengurus acara workshop yang cukup besar, sebagai koordinator sie acara.
Satu tahun. Tidak terasa besok, 22 Februari 2015, sudah Musyawarah Terbuka Anggota (MTA) HSTP, yang menandakan kepengurusan tahun ini akan segera berakhir. Kepengurusan selanjutnya akan dilanjutkan oleh generasi yang baru, dan tentunya pemimpin yang baru. Tulisan ini, saya tujukan pada mereka-mereka yang akan mengemban amanah itu. Roda-roda aus HSTP memerlukan roda baru, yang bisa membawa UKM ini ke perjalanan selanjutnya. Perjalanan jauh, perjalanan yang berat.
Kau, yang akan mengemban amanah itu, masihkah kamu ingat saat procamp gamma, kamu diminta membuat kelompok lalu diminta membuat ‘HSTP Future’? Dan kamu mungkin salah satu yang memberi ide tentang mimpi-mimpi itu. Membuat peternakan sendiri milik HSTP, Go International, dan lain-lain. Mimpi-mimpi besar, tapi tidak mustahil untuk bisa dicapai. Akankah kamu yang menjadi pemimpin selanjutnya siap melanjutkan perjuangan untuk meraih mimpi itu? Ah, ya, saya sangat tahu mimpi-mimpi besar itu tidak mungkin diraih dalam satu atau dua tahun. Bahkan mungkin sepuluh atau dua puluh tahun lagi. Tidak apa-apa kawan, kami tidak memintamu mendaki gunung itu hari ini juga. Tapi kamu bisa memulai dengan merencanakan waktu pendakian dan mencari tahu tentang gunung yang akan kau daki. Ketika waktumu habis, berikan barang-barang itu pada generasi selanjutnya, biar mereka yang menyiapkan jaket, sleeping bag, dan segala hal yang dibutuhkan untuk mencapai puncak. Generasi selanjutnya akan mulai mendaki beberapa langkah, seterusnya hingga mencapai puncak. Mungkin kita sama-sama tidak akan merasakan kejayaan itu, tapi kita tahu, kita adalah bagian dari perjalanan itu, kita adalah bagian dari bendera yang berkibar di puncak gunung itu. Saat ini, barangkali  perjalanan ini baru direncanakan, karena itu, siapkah kamu untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan?
Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan. HSTP adalah keluarga saya. Saya bertemu dengan orang yang sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri, saya bertemu dengan orang-orang yang sangat menyenangkan di PSDM, saya bekerja dengan orang-orang yang bisa saya percayai sepenuhnya, saya selalu bahagia ketika bersama HSTP. Saya harap, mereka yang akan menjadi bagian dari HSTP juga bisa merasakan hal yang sama. Oleh karena itu, saya harap, HSTP tetap akan menjadi keluarga, dan tidak berkurang sedikit pun rasa kekeluargaan itu.
Ah, bukankah saya terlalu cerewet? Toh saya bukan siapa-siapa. Da aku mah apa atuh cuma selingkuhan kamuh. Saya bahkan mungkin tidak akan sanggup berbicara seperti ini di kehidupan nyata. Saya cuma bisa sedikit menulis.
Saya berjanji akan menghormati kamu yang akan menjadi pemimpin selanjutnya. Saya tahu kamu tidak sempurna, tapi itu tidak masalah, karena kamu akan selalu punya keluarga yang siap untuk menutupi kekuranganmu. Dan bersama-sama  melanjutkan perjalanan panjang ini. Karena itu, kami titipkan mimpi-mimpi besar ini kepadamu.

Pengen Kurus, Nggak Makan Lemak? Pikir Lagi Deh!

Tuesday, February 17, 2015

Apakah kamu termasuk orang yang memperhatikan konsumsi makananmu sehari-hari? Tentunya dengan berbagai macam jenis diet yang ada saat ini cukup membuatmu bingung, manakah diet yang paling tepat? Sebenarnya jenis makanan apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita?
Sebagai contoh antara lain adalah lemak. Selama bertahun-tahun lemak dianggap sebagai monster jahat dan akar yang menyebabkan kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas. Namun studi baru-baru ini menyebutkan ternyata ada banyak manfaat dari makan makanan berlemak, sehingga kita harus berpikir kembali untuk menambahkan sumber lemak sebagai sumber nutrisi yang penting bagi tubuh kita.
Makanan berlemak via http://blog.yourbestfatburner.com
Dr. David Perlmutter menyebutkan bahwa leluhur kita memiliki diet yang terdiri dari 75% lemak, 20% protein dan 5% karbohidrat, dibandingkan dengan diet kita saat ini yang terdiri dari 60% karbohidrat, 20% protein dan 20% lemak. Dr. David Perlmutter menjelaskan bahwa berbagai masalah kesehatan yang ada saat ini, seperti Alzheimer, ADHD, depresi, dan sakit kepala kronis berhubungan dengan inflamasi dalam tubuh dan otak yang dipicu oleh karbohidrat.
Studi lain menyebutkan bahwa obesitas, yang kasusnya meningkat selama 50 tahun terakhir, bukan disebabkan karena kita mengonsumsi terlalu banyak lemak namun karena konsumsi karbohidrat dan gula, termasuk glukosa yang berasal dari buah dan jus. Glukosa yang berlebih akan dikonversi dan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh.

“If the world had never invented cigarettes, lung cancer would be rare disease. Likewise, if we did not eat such high carb diets, obesity would be a rare condition.” 

–Gary Taubes

Oleh karena itu, kita harus berhenti menyalahkan lemak, karena fakta yang ada justru bertolak belakang dengan apa yang kita pikirkan selama ini.

1.        Lemak berperan penting untuk kesehatan otak

Otak=60% lemak via http://www.foodforthebrain.org
Apakah kamu tahu bahwa 60% jaringan otak tersusun atas lemak? Diet yang terdiri dari lemak yang rendah justru akan mengganggu fungsi otak sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal. Lemak yang kita bicarakan di sini bukan hanya asam lemak esensial dan omega 3 (yang banyak ditemukan pada ikan salmon, alpukat, dan kacang), namun juga lemak jenuh yang selama ini ‘katanya’ harus kita jauhi, termasuk lemak hewani.
Vitamin-vitamin esensial seperti A, D, E dan K tidak larut air dan memerlukan lemak untuk dapat ditransportasikan dan diabsorbsi oleh tubuh. Vitamin tersebut sangat krusial untuk kesehatan otak dan berbagai organ vital lainnya.
Vitamin D pada saat ini dihubungkan sebagai elemen penting yang mengurangi kerentanan terhadap Alzheimer, Parkinson, depresi dan berbagai gangguan kerja otak, sedangkan omega 3 berperan untuk menajamkan fungsi kognitif termasuk untuk meningkatkan mood.

2.        Lemak membantu paru-paru bekerja dengan baik

Paru-paru dibungkus oleh pleura yang merupakan membran via http://3.bp.blogspot.com
Paru-paru kita diselubungi oleh substansi yang terdiri dari hampir seluruhnya adalah lemak jenuh. Sebagai contoh bayi prematur yang kekurangan substansi ini akan diberi obat yang bernama “surfaktan” untuk menjaga fungsi paru-parunya. Bahkan studi saat ini sedang mencari tahu hubungan antara konsumsi lemak yang rendah dan asthma yang menyebabkan penghancuran lapisan berlemak tersebut.

3.        Lemak meningkatkan sistem imun

White blood cell via http://whiteredbloodcells.com
Dr. Michael dan Dr. Mary Eades dalam bukunya yang berjudul Good Calories, Bad Calories menuliskan tentang lemak jenuh yang ditemukan pada mentega dan minyak kelapa berperan dalam kesehatan imun, serta menyatakan bahwa kekurangan asam lemak jenuh di dalam sel darah putih menghambat kempampuan mereka untuk mengenali dan menghancurkan benda asing, seperti virus, bakteri, dan fungi.

4.        Lemak menjaga organ terbesarmu tetap sehat

Membran sel, yang salah satu penyusunnya adalah lipid atau lemak via http://mappingignorance.org
Lemak merupakan bagian terbesar dari membran sel dan kulit kita terdiri atas sel yang jumlahnya sangat banyak. Tanpa konsumsi lemak yang cukup, kulit kita akan menjadi kering dan kasar, yang juga dapat mempermudah terjadinya infeksi.

5.        Lemak baik untuk jantungmu

Jantung manusia via http://www.wdpcalex.com
Banyak studi telah dilakukan untuk mengetahui manfaat mengonsumsi lemak jenuh, yang selama ini dianggap tidak baik untuk tubuh. Sebuah studi yang berfokus pada populasi di Kepulauan Pasifik yang mengonsumsi lebih dari 60% dari total diet mereka dalam bentuk minyak kelapa menunjukkan tidak adanya insiden penyakit jantung di wilayah tersebut.
Selain itu, lemak juga menghasilkan energi kalori dua kali lipat dibandingkan karbohidrat- 9 kalori per gram banding 4 kalori per gram. Jadi, tidak hanya dapat menjaga energimu dalam waktu yang lebih lama, lemak juga akan membuatmu makan lebih sedikit karena membuat cepat kenyang.
Namun ingat, jauhi lemak-trans. Dialah monster jahat yang sesungguhnya yang dibuat dengan menambahkan atom hidrogen pada lemak jenuh selama proses pemanasan. Lemak tersebut tidak dapat digunakan dan hanya akan membuat makanan buruk dapat bertahan lebih lama di dalam lemari.
Nah, sekarang jangan ragu lagi untuk memakan makanan berlemak ya, asal tetap memperhatikan sumbernya :)

Artikel ini diadaptasi dari Lifehack, tulisan aslinya dapat dibaca di sini.